KONTROVERSI KLA: PAHLAWAN KOSOVO DISIDANG, RIBUAN PROTES! - Berita Dunia
← Kembali

KONTROVERSI KLA: PAHLAWAN KOSOVO DISIDANG, RIBUAN PROTES!

Foto Berita

Pengadilan khusus di Den Haag kini memasuki babak akhir dalam kasus dugaan kejahatan perang yang menyeret sejumlah mantan pemimpin Tentara Pembebasan Kosovo (KLA). Namun, di saat yang sama, ribuan warga Kosovo justru berbondong-bondong membanjiri jalanan Pristina, ibu kota mereka, untuk menyatakan protes keras terhadap persidangan tersebut. Mengapa para "pahlawan" kemerdekaan ini kini duduk di kursi pesakitan, dan mengapa rakyat mereka mati-matian membela?

Persidangan yang berlangsung di Kosovo Specialist Chambers, Den Haag, Belanda, pekan ini mendengar argumen penutup bagi empat terdakwa utama. Mereka adalah mantan Presiden Hashim Thaci, dua mantan Ketua Majelis Jakup Krasniqi dan Kadri Veseli, serta mantan anggota parlemen Rexhep Selimi. Para mantan komandan KLA ini ditangkap pada 2020 dan menghadapi tuduhan berat seperti penganiayaan, pembunuhan, penyiksaan, hingga penghilangan paksa yang terjadi selama dan sesaat setelah perang kemerdekaan 1998-1999.

Di Pristina, protes besar-besaran meletus bertepatan dengan peringatan 18 tahun kemerdekaan Kosovo. Bagi banyak warga, para pemimpin KLA adalah pahlawan yang telah membebaskan mereka dari kekejaman Serbia. Mereka menganggap tuntutan jaksa yang meminta hukuman 45 tahun penjara bagi setiap terdakwa sebagai bentuk ketidakadilan. Poster-poster bertuliskan "Kebebasan Punya Nama" dan foto-foto para terdakwa dengan label "Pahlawan Perang dan Perdamaian" membanjiri alun-alun utama, menunjukkan betapa kuatnya dukungan publik.

Konteks historis penting untuk memahami konflik ini. Perang 1998-1999 menewaskan lebih dari 13.000 orang, mayoritas etnis Albania, akibat penumpasan brutal oleh pasukan Serbia di bawah Presiden Slobodan Milosevic kala itu. KLA, yang dibentuk untuk melawan penindasan tersebut, kemudian menjadi simbol perlawanan. Kosovo Specialist Chambers sendiri didirikan pada 2015 dan diisi oleh hakim serta pengacara internasional. Keputusan untuk menempatkan pengadilan ini di luar Kosovo, tepatnya di Den Haag, didasari kekhawatiran serius akan intimidasi saksi di dalam negeri. Kini, semua pihak menanti putusan akhir yang diperkirakan akan disampaikan dalam waktu tiga bulan ke depan, sementara para terdakwa terus menyangkal semua tuduhan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook