New Delhi, Media Online – Mimpi panjang penggemar sepak bola India untuk melihat Timnas Garuda Biru (julukan timnas India) berlaga di Piala Dunia kembali menjadi perbincangan hangat seiring bergulirnya turnamen akbar empat tahunan tersebut. Ironisnya, antusiasme masyarakat India terhadap Piala Dunia justru sangat tinggi, terutama di negara bagian seperti Bengal Barat, Kerala, dan Goa. Bahkan, jumlah jurnalis India yang meliput langsung ajang ini terus bertambah, meski timnas mereka tidak ikut serta. Seorang jurnalis sepak bola senior India yang telah meliput empat edisi Piala Dunia mengaku kerap mendapat pertanyaan dari rekan-rekan media asing, 'Apakah India bermain sepak bola?' Mereka lebih mengenal India sebagai negara kriket.
FIFA sendiri menyadari besarnya potensi pasar sepak bola di India dan China. Buktinya, FIFA mengirim tim khusus negosiasi hak siar ke India untuk memastikan pertandingan bisa disaksikan secara langsung oleh publik. Lalu, akankah India akhirnya bisa menembus putaran final Piala Dunia?
Legenda hidup sepak bola India, Bhaichung Bhutia, menegaskan bahwa hal itu bukan mustahil. Dengan bertambahnya kuota tim Asia menjadi delapan (plus satu dari babak play-off) dalam format 48 tim, peluang itu semakin terbuka. 'Tim seperti Uzbekistan dan Yordania saja bisa. Ini butuh kerja keras, bukan jalan pintas,' ujar Bhutia. Ia menekankan bahwa India tidak kekurangan bakat, tetapi yang hilang adalah ekosistem yang tepat. 'Kami tidak punya program pembinaan usia dini yang serius dan berjangka panjang,' imbuhnya.
Senada dengan Bhutia, legenda lainnya, Shyam Thapa (78), yang membantu India meraih medali perunggu Asian Games 1970, menyuarakan keprihatinan. Ia menyayangkan semakin banyak orang tua kelas menengah dan atas yang menjauhkan anak-anak mereka dari sepak bola dan mengarahkannya ke kriket. 'Saya sendiri sudah lama menjalankan akademi sepak bola. Semakin banyak anak bermain, semakin besar peluang menemukan bakat hebat. Namun, apa yang sudah dilakukan Federasi Sepak Bola India (AIFF) untuk membangun sistem ini?' kritik Thapa.
Analisis Dampak: Pernyataan para legenda ini menjadi tamparan keras bagi federasi. Tanpa pembenahan serius di tingkat akar rumput dan perubahan paradigma orang tua yang masih menganggap kriket sebagai satu-satunya olahraga bergengsi, mimpi India tampil di Piala Dunia akan terus menjadi angan-angan. Padahal, dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 miliar dan antusiasme yang tinggi, India adalah 'raksasa tidur' sepak bola dunia yang potensial.