Seorang pemain kriket amatir di Inggris, Brian Devine, resmi dijatuhi hukuman larangan bermain selama dua tahun. Pria yang sempat viral karena aksinya merekam suara jari untuk menipu wasit ini terbukti bersalah dalam sidang disiplin North Yorkshire and South Durham Cricket League (NYSDL).
Insiden bermula saat Devine, yang berposisi sebagai fielder, sengaja membunyikan jarinya tepat saat bola dilempar. Suara 'klik' tersebut dibuat seolah-olah bola mengenai pemukul (batsman), padahal bola meleset. Akal-akalannya ini berhasil menipu wasit dan kiper di belakang pemukul, sehingga banyak batsman yang dinyatakan out secara tidak sah.
Video aksinya yang dijuluki 'Clicky Ponting' (meniru nama legenda Australia Ricky Ponting) itu menyebar luas dan menjadi sorotan media internasional. Akibat perbuatannya, Devine dilarang terlibat dalam segala aktivitas kriket di bawah naungan ECB (England and Wales Cricket Board) hingga September 2028. Sanksi ini mencakup larangan bermain, melatih, menjadi wasit, hingga mengelola tim junior.
Bukan hanya Devine, klubnya, Saltburn Cricket Club, juga kena getahnya. Mereka didenda sebesar 300 Poundsterling (sekitar Rp6,1 juta) dan tim kedua klub tersebut terdegradasi ke Divisi Tiga. Mereka juga akan memulai musim 2027 dengan pengurangan poin (point deduction) sebanyak 60 poin. Pihak liga berharap proses hukum ini selesai dan meminta publik menghormati keputusan tersebut, terutama setelah kasus ini menimbulkan perundungan online terhadap pihak-pihak terkait.
Menariknya, Ricky Ponting sendiri mengaku sempat tertawa melihat kontroversi ini. Meski tidak senang namanya diasosiasikan dengan kecurangan, ia menganggap insiden tersebut sebagai lelucon yang menggelikan.