Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara untuk malam keenam secara berturut-turut di Iran selatan. Dalam operasi terbaru ini, AS berhasil menghancurkan sebuah jembatan strategis dan menara kendali maritim yang vital. Otoritas setempat mengonfirmasi setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan tersebut.
Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sudah berlangsung selama hampir sepekan. Penghancuran jembatan dan menara kendali bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga melumpuhkan logistik dan kemampuan navigasi laut Iran di kawasan tersebut. Ini seperti memutus jalur suplai dan 'mata' pengawasan mereka di laut.
Analis militer menilai langkah ini bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menggerakkan pasukan dan peralatan militer, terutama di jalur-jalur vital. Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, warga sipil kembali menjadi korban. Tujuh nyawa melayang, menambah daftar panjang korban jiwa dalam enam hari terakhir yang diperkirakan sudah mencapai puluhan orang. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional dan krisis kemanusiaan yang lebih dalam.