Kathmandu, Nepal – Sebuah keajaiban terjadi di Gunung Everest. Seorang pemandu pendakian asal Nepal bernama Dawa Sherpa, yang dinyatakan hilang selama enam hari di ketinggian ekstrem, ditemukan dalam kondisi merangkak turun menuju base camp. Peristiwa ini langsung disebut sebagai aksi penyelamatan diri yang ajaib.
Dawa Sherpa diketahui membantu seorang pendaki asal Polandia saat ia menghilang pada 29 Mei lalu, tepatnya di atas Camp 3, sekitar 7.500 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian tersebut, kadar oksigen sangat tipis sehingga harapan untuk selamat sangat kecil. Tim pencari bahkan menganggapnya sebagai korban jiwa lainnya.
Namun, pada Kamis lalu, tim pembersih jalur pendakian dikejutkan oleh penampakan Dawa yang masih hidup. Ia ditemukan dalam kondisi merangkak di area Khumbu Icefall menuju base camp.
"Ini adalah penyelamatan diri sejati. Dawa berhasil bertahan melawan segala kemungkinan selama berhari-hari. Ini tidak kurang dari sebuah mukjizat," ujar Pemba Sherpa, Direktur Eksekutif 8K Expeditions yang mengawasi upaya pencarian.
Menurut laporan AFP, musim pendakian tahun ini menjadi yang tersibuk sepanjang sejarah dengan lebih dari 1.000 orang berhasil mencapai puncak Everest. Namun, di sisi lain, lima orang telah meninggal dunia, tiga di antaranya adalah warga Nepal yang terlibat dalam persiapan pendakian.
Dawa Sherpa, yang juga dikenal dengan nama Hillary Dawa Sherpa—terinspirasi dari pendaki legendaris Edmund Hillary—dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang cukup baik saat ditemukan. Tim penyelamat menduga ia bertahan hidup dengan berlindung di tenda-tenda yang ada di jalur pendakian.
"Sejauh yang saya tahu, belum ada yang selamat sendirian di ketinggian itu di Everest. Ini mukjizat," tambah Pemba.
Sebelum ditemukan, istri Dawa Sherpa bahkan telah menggelar doa terakhir untuk arwahnya. Kisah ini menjadi pengingat akan kerasnya tantangan di Everest sekaligus kekuatan luar biasa dari naluri bertahan hidup manusia.