KIEV MENJERIT! RUSIA MENGGANAS, PERTAHANAN UDARA KRITIS - Berita Dunia
← Kembali

KIEV MENJERIT! RUSIA MENGGANAS, PERTAHANAN UDARA KRITIS

Foto Berita

Gelombang serangan udara Rusia menggila, menghantam Ukraina dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di tengah desakan serbuan Moskow, Presiden Volodymyr Zelenskyy melayangkan peringatan keras: Kiev terancam kekurangan rudal pertahanan udara, lantaran fokus Amerika Serikat kini terpecah ke konflik di Iran. Situasi ini menempatkan Ukraina di ambang krisis pertahanan yang lebih parah.

Dalam kurun 24 jam terakhir, Rusia meluncurkan 948 drone, menandai salah satu serangan udara terbesar sejak invasi penuh. Serbuan masif ini tampaknya menjadi permulaan ofensif baru Moskow, yang juga mengerahkan pasukan dan peralatan tempur ke garis depan. Akibat serangan brutal ini, setidaknya dua warga sipil tewas di Ivano-Frankivsk dan satu lainnya di Vinnytsia. Di Lviv, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO di sekitar Gereja St. Andrew yang berusia 17 abad ikut rusak parah setelah dihantam drone. Tak hanya itu, pemboman semalaman di 11 wilayah berbeda juga menewaskan lima orang.

Presiden Zelenskyy tak henti meminta sekutu segera memasok amunisi pertahanan udara. Ia menekankan, Ukraina sangat bergantung pada sistem pertahanan udara AS, terutama untuk menghadapi rudal balistik. "Penting untuk terus mendukung Ukraina. Penting agar semua perjanjian pertahanan udara diimplementasikan tepat waktu," ujarnya, menggarisbawahi kekhawatirannya akan defisit rudal jika Washington teralih fokus.

Kekhawatiran Zelenskyy semakin diperparah dengan belum rampungnya kesepakatan jaminan keamanan yang telah lama dinanti dari Washington. Padahal, pada Januari lalu ia sempat menyatakan dokumen itu "100 persen siap" untuk ditandatangani. Ia menyebut, "situasi geopolitik semakin rumit" akibat perang di Iran, yang berpotensi mengalihkan perhatian dan sumber daya krusial dari kebutuhan Ukraina.

Sejalan dengan serangan udara, pertempuran sengit juga berkecamuk di timur Ukraina. Komandan Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskii, melaporkan pasukan Rusia berulang kali mencoba menembus garis pertahanan di beberapa titik strategis. Laporan dari Institute for the Study of War (ISW) pun menguatkan penilaian bahwa Rusia memang telah memulai ofensif baru dengan memindahkan alat berat dan ribuan tentara ke garis depan.

Dampak serangan Rusia ini bukan hanya soal korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, termasuk situs bersejarah. Lebih dari itu, terancamnya pasokan rudal pertahanan udara dan belum jelasnya jaminan keamanan dari AS, membuat Ukraina semakin rentan. Diversi perhatian Washington ke konflik lain bisa menjadi pukulan telak bagi Kiev yang sedang berjuang keras mempertahankan wilayahnya dari agresi berkelanjutan Moskow. Ini adalah peringatan serius bahwa stabilitas di satu kawasan bisa dengan cepat mempengaruhi keamanan global, membuat situasi Ukraina semakin terisolasi di tengah pusaran ketegangan internasional yang memanas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook