Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan bakal membeberkan rencana ambisius untuk memperkuat kekuatan nuklirnya dalam kongres partai yang segera digelar. Pengumuman ini jadi bagian dari cetak biru pembangunan lima tahun Korea Utara, meliputi sektor pertahanan dan ekonomi.
Sebelumnya, Kim Jong Un baru saja mengawasi langsung uji coba sistem peluncur roket multipel kaliber besar. Ia tegas menyatakan, tes tersebut krusial untuk meningkatkan “penangkal strategis” Korut dan bisa dipakai untuk “serangan spesifik.” Rudal yang ditembakkan melesat sejauh 358,5 kilometer dan mendarat di perairan Laut Jepang. Dua di antaranya bahkan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, demikian laporan Jiji Press.
Para pengamat dari Yonhap News Agency menduga, sistem penerbangan presisi berpemandu mandiri yang diutarakan Kim mengindikasikan teknologi navigasi baru yang disebut-sebut kebal terhadap gangguan GPS. Tentu saja, ini jadi lampu kuning serius bagi stabilitas regional.
Kim Jong Un sendiri sudah bersumpah bahwa rencana ini akan membawa “penderitaan mental yang menyiksa dan ancaman serius” bagi siapa saja yang berani memprovokasi konfrontasi militer dengan Korut. Kongres partai, yang merupakan pertemuan pertama sejak 2021, diperkirakan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Ada satu hal menarik lain: putri Kim, Kim Ju Ae, terlihat mendampingi ayahnya saat uji coba rudal. Penampakan ini kerap memicu spekulasi soal suksesi kepemimpinan di Pyongyang.
Langkah Korea Utara ini jelas menaikkan tensi di Semenanjung Korea dan seluruh Asia Timur. Di tengah gempuran sanksi internasional dan desakan denuklirisasi, Pyongyang justru makin agresif pamer otot militernya. Pengembangan sistem rudal makin canggih, apalagi yang diklaim kebal GPS jamming, membuktikan ambisi Korut untuk memperkuat daya tawar dan ancamannya di kancah global. Dampaknya, ini bisa memicu spiral perlombaan senjata di kawasan dan mempersulit segala upaya diplomasi damai. Kehadiran putri Kim dalam event militer sepenting ini juga jadi sinyal kuat tentang siapa yang mungkin akan mewarisi tahta kepemimpinan. Dunia kini menunggu detail lengkap rencana Kim, serta bagaimana reaksi dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.