TIRANA, ALBANIA - Aksi demonstrasi mahasiswa di Albania berujung ricuh pada Senin (9/2/2026) waktu setempat. Ratusan pelajar dan mahasiswa turun ke jalanan ibu kota Tirana untuk menuntut reformasi pendidikan dan mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Situasi memanas ketika massa yang tidak terkendali membakar gedung Kementerian Kehakiman Albania.
Protes ini bukan sekadar soal kebijakan pendidikan. Kemarahan publik terhadap PM Edi Rama sudah menumpuk sejak ia memenangkan masa jabatan keempatnya pada Mei 2025. Dua isu utama yang menjadi pemicu adalah tuduhan korupsi yang terus membayangi pemerintahannya serta proyek resor pantai kontroversial yang dianggap merugikan lingkungan dan masyarakat lokal.
Dalam aksi terbaru ini, mahasiswa menuntut perubahan nyata dalam sistem pendidikan yang mereka nilai tidak berpihak pada rakyat kecil. Mereka juga menyerukan transparansi pemerintah dan penolakan terhadap proyek pembangunan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir elite.
Analisis Dampak: Insiden pembakaran gedung kementerian menandakan eskalasi ketegangan politik yang serius di Albania. Jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan demonstran dengan dialog terbuka, gelombang protes berpotensi meluas ke kota-kota lain. Bagi masyarakat, situasi ini mengancam stabilitas sosial dan aktivitas ekonomi harian. Sementara di mata internasional, citra Albania sebagai negara yang tengah berbenah menuju Uni Eropa bisa tergores akibat kekerasan dalam penanganan protes.