SURIAH TOLAK IKUT PERANG BARU, KENAPA? - Berita Dunia
← Kembali

SURIAH TOLAK IKUT PERANG BARU, KENAPA?

Foto Berita

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sikap ini akan berubah hanya jika Suriah diserang secara langsung. Pernyataan lugas Al-Sharaa muncul di tengah eskalasi konflik di kawasan yang kini telah berlangsung selama 31 hari, di mana ia menegaskan, "14 tahun perang sudah cukup bagi Suriah."

Keputusan Suriah untuk tetap netral merupakan langkah strategis yang didasari oleh kondisi internal yang amat memprihatinkan. Setelah bertahun-tahun dilanda perang saudara yang menghancurkan, infrastruktur dan ekonomi Suriah berada di titik terendah. Keikutsertaan dalam konflik regional baru hanya akan memperparah krisis kemanusiaan dan menghambat upaya pemulihan yang sangat dibutuhkan.

Analisis menunjukkan bahwa meskipun Suriah memilih untuk tidak terlibat secara langsung, ketegangan di kawasan Teluk dan Timur Tengah terus memanas. Banyak pengamat melihat konflik Israel-Hamas di Gaza, serangan Hizbullah dari Lebanon, serta aksi Houthi di Laut Merah sebagai bagian dari proxy war yang lebih luas, melibatkan Iran dan sekutunya di satu sisi, serta Israel dan sekutunya (terutama AS) di sisi lain. Sikap netral Suriah ini, walau mungkin mencegah perluasan konflik ke wilayahnya secara langsung, tidak serta-merta meredakan gejolak geopolitik yang sedang terjadi. Justru, hal ini menunjukkan betapa kompleks dan rapuhnya dinamika keamanan di kawasan tersebut, di mana setiap negara harus mengambil keputusan yang sangat hati-hati demi kelangsungan hidupnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook