Malam mencekam menyelimuti ibu kota Iran, Teheran, saat rentetan ledakan keras menggema di seantero kota. Serangan rudal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam berbagai sasaran penting di wilayah tersebut. Reporter Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan langsung dari jalanan Teheran, menyaksikan langsung suasana mencekam pasca-serangan yang memicu kepanikan.
Tak tinggal diam, Iran dengan cepat merespons aksi tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal balasan ke target yang tidak disebutkan secara spesifik. Insiden saling serang ini sontak memicu kekhawatiran serius akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang sudah lama dilanda ketegangan.
Belum ada rincian pasti mengenai jenis target yang dihantam, maupun laporan resmi tentang jumlah korban jiwa atau tingkat kerusakan infrastruktur. Namun, dampak psikologis dan geopolitik dari serangan terbuka ini jelas sangat besar. Konflik ini semakin memperburuk situasi di kawasan yang telah lama dilanda ketidakstabilan, terutama terkait program nuklir Iran dan dukungannya terhadap berbagai kelompok proksi di regional.
Serangan rudal balasan ini juga berpotensi mengguncang pasar minyak global, menciptakan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas, dan tentu saja mengancam keselamatan warga sipil di wilayah tersebut. Dunia kini menanti respons lanjutan dari berbagai pihak, berharap ada upaya de-eskalasi yang serius agar api konflik tidak semakin membesar dan menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran perang.