Jakarta, CNN Indonesia — Situasi kemanusiaan di Yaman semakin mengkhawatirkan. Konflik bersenjata yang terus memanas antara pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran membuat hampir satu juta orang berada di ambang kelaparan.
Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan sekitar 800.000 orang kehilangan akses terhadap bantuan pangan yang menyelamatkan nyawa. Perpindahan garis depan pertempuran yang cepat menjadi penyebab utama terputusnya distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
"Ini adalah situasi yang bisa dengan cepat berubah menjadi bencana kemanusiaan," ujar El-Khidir Daloum, Direktur WFP untuk Yaman, dalam pernyataan resminya.
Krisis terparah terjadi di Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Sekitar 600.000 orang di sana tidak memiliki akses ke bantuan pangan, termasuk 200.000 perempuan dan anak-anak. Kota ini terkepung oleh pasukan Houthi, sehingga pengiriman bantuan sangat berisiko.
WFP mencatat lebih dari 18 juta orang di seluruh Yaman kekurangan pangan. Data terbaru bahkan menunjukkan rekor 74 persen rumah tangga di wilayah yang terjangkau tidak mampu memenuhi kebutuhan makan harian mereka.
Sementara itu, fasilitas kesehatan di Marib, Taiz, dan sepanjang pantai Laut Merah kewalahan menangani korban luka perang. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) melaporkan beberapa rumah sakit menerima lebih dari 700 kasus dalam satu minggu.
Firas Abu Samra, Koordinator Layanan Kesehatan ICRC, mengungkapkan hanya segelintir fasilitas di Yaman yang mampu memberikan perawatan lengkap bagi korban luka. Rumah sakit garis depan kekurangan persediaan bedah, anestesi, oksigen, dan obat-obatan.
"Tekanan tambahan pada rumah sakit bisa berarti lebih sedikit tempat tidur, lebih sedikit persediaan, dan kapasitas yang berkurang untuk merawat orang dengan kondisi di luar konflik," kata Eduardo Toro, ahli bedah ICRC di Rumah Sakit Umum Marib.
Christine Cipolla, Kepala Delegasi ICRC di Yaman, menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa sistem kesehatan negara itu sudah terlalu rapuh untuk menangani lonjakan korban yang lebih besar.
Dampak bagi Masyarakat: Krisis ini tidak hanya berdampak pada akses pangan, tetapi juga memperparah kondisi kesehatan jutaan warga sipil. Tanpa intervensi internasional segera, Yaman berpotensi mengalami krisis kemanusiaan skala penuh yang bisa memakan korban jiwa dalam jumlah besar, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak.