WAKIL PRESIDEN KOLOMBIA: GLOBAL SOUTH WAJIB BERSATU! - Berita Dunia
← Kembali

WAKIL PRESIDEN KOLOMBIA: GLOBAL SOUTH WAJIB BERSATU!

Foto Berita

Gelombang persatuan Global South kembali menguat! Wakil Presiden Kolombia, Francia Marquez, baru-baru ini menyuarakan desakan agar negara-negara di Belahan Bumi Selatan merapatkan barisan. Mengapa seruan ini muncul lagi, dan apa urgensinya di tengah dinamika global saat ini?

Marquez secara tegas menyerukan penguatan ikatan antara negara-negara di Amerika Latin dan Afrika. Menurutnya, warisan kolonialisme di masa lalu telah sukses "mengisolasi" mereka, menghambat potensi pertumbuhan dan kemajuan yang seharusnya bisa dicapai. Ini adalah warisan pahit yang harus ditantang secara kolektif.

Dalam pernyataannya yang dilaporkan Al Jazeera, Marquez menekankan bahwa dengan bersatu, negara-negara ini bisa lebih efektif mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, meningkatkan daya tawar di panggung internasional, dan bersama-sama menentang struktur kekuatan global yang masih didominasi oleh pengaruh kolonial lama. Seruan ini adalah ajakan untuk membangun kemandirian kolektif dan menciptakan tatanan dunia yang lebih adil.

Seruan serupa sebenarnya bukanlah hal baru. Semangat solidaritas negara-negara berkembang sudah ada sejak Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, yang melahirkan Gerakan Non-Blok. Namun, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, serta persaingan geopolitik yang kian intens, narasi "Global South" menjadi makin relevan dan mendesak.

Penguatan hubungan antara Amerika Latin dan Afrika, serta seluruh Global South, memiliki potensi besar. Ini bisa membuka peluang perdagangan baru, investasi antar kawasan, pertukaran teknologi, dan kerja sama untuk mengatasi isu-isu lintas batas tanpa harus selalu bergantung pada hegemoni kekuatan Barat. Lebih dari itu, ini menjadi momentum bagi negara-negara Global South untuk menuntut keadilan historis dan menegaskan posisi mereka sebagai pemain kunci dalam penentuan arah masa depan dunia. Tantangan utamanya tentu adalah bagaimana menyatukan visi dan kepentingan dari begitu banyak negara yang beragam ini dalam satu kerangka kerja yang solid.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook