PELURU TAK BISA HENTIKAN PESTA PERS: ACARA GEDUNG PUTIH DIPINDAHKAN - Berita Dunia
← Kembali

PELURU TAK BISA HENTIKAN PESTA PERS: ACARA GEDUNG PUTIH DIPINDAHKAN

Foto Berita

Washington DC, 24 Juli 2025 — Pesta tahunan para wartawan Gedung Putih (White House Correspondents' Dinner) akhirnya mendapat tanggal baru. Acara yang sempat dibatalkan pada 25 April setelah seorang pria bersenjata mencoba menerobos masuk dan baku tembak dengan Dinas Rahasia (Secret Service) itu, kini dijadwalkan ulang pada 24 Juli mendatang.

Presiden WHCA Weijia Jiang dalam suratnya kepada anggota menyebutkan, acara nanti akan menerapkan "langkah keamanan yang jauh lebih ketat dan prosedur akses baru". Presiden Donald Trump pun mengonfirmasi kehadirannya. Acara ini akan digelar di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, properti yang dulu dikelola oleh Trump Organization.

Insiden penembakan April lalu mengguncang Washington. Trump dan Wapres JD Vance serta sejumlah pejabat tinggi lainnya harus dievakuasi panggung oleh Secret Service. Pelaku, Cole Tomas Allen (31), bersenjatakan senapan, pistol, dan pisau, berhasil dilumpuhkan di tempat. Seorang agen Secret Service terluka akibat tembakan.

Trump menyebut penjadwalan ulang ini sebagai "tanda kekuatan dan ketabahan". Dalam unggahan di media sosial, ia menulis, "Kita tidak bisa membiarkan orang gila mengubah cara hidup kita, bahkan jadwal acara sekalipun." Trump juga mengaku sudah menerima undangan untuk berbicara di acara itu, meski bercanda bahwa ia belum yakin akan menyampaikan pidato yang sama "nakalnya" seperti yang ia rencanakan di bulan April.

Dampak dan Konteks: Keputusan untuk melanjutkan acara ini bukan sekadar soal protokol. Ini adalah pernyataan politik yang kuat di tengah meningkatnya ancaman terhadap jurnalis dan institusi demokrasi. WHCA sendiri bergerak cepat melindungi anggotanya dengan menggalang dana agar pemegang tiket April tidak perlu membayar lagi untuk acara Juli yang akan digelar lebih intim. Mereka juga memberikan dukungan finansial bagi pemenang beasiswa yang ingin hadir.

Pakar komunikasi politik menilai, langkah Trump menghadiri acara yang sempat menjadi sasaran kekerasan ini bisa menjadi bumerang atau justru menguntungkan. Di satu sisi, ini menunjukkan ketahanan. Di sisi lain, kehadirannya bisa memicu kembali perdebatan tentang retorika politik yang memanas di AS. Apalagi, momen ini datang di tengah perayaan Hari Kemerdekaan AS yang kian terbelah secara partisan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook