Atlanta, AS – Mimpi buruk Spanyol di Piala Dunia kembali terulang. Tim Matador, yang datang sebagai juara Eropa, harus puas bermain imbang 0-0 melawan Cape Verde, tim debutan yang baru pertama kali tampil di turnamen ini.
Bintang Barcelona, Lamine Yamal, yang baru pulih dari cedera hamstring, hanya duduk di bangku cadangan dan baru dimasukkan di babak kedua. Namun, kehadirannya tak cukup untuk membongkar pertahanan kokoh Cape Verde.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2010, Spanyol belum pernah memenangkan satu pun laga knockout. Gaya permainan mereka yang mendominasi penguasaan bola tetapi minim gol kembali terlihat seperti saat tersingkir di 2018 dan 2022.
Pelatih Luis de la Fuente sempat mengklaim skuadnya adalah yang terbaik di turnamen. Namun, tanpa Yamal dan Nico Williams yang juga baru pulih cedera, lini serang Spanyol tampil tumpul dan lambat. Kedua pemain ini baru dimainkan di menit-menit akhir.
Cape Verde, yang berada di peringkat 67 dunia, tampil heroik. Kiper Vozinha menjadi bintang dengan menggagalkan peluang dari Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, dan Aymeric Laporte di babak pertama. Di babak kedua, mereka hampir mencuri kemenangan lewat sundulan Diney Borges yang masih bisa diamankan Unai Simon.
Stadion ber-AC di Atlanta sempat menjadi sorotan. Suhu yang sejuk justru membuat tempo permainan lambat, hingga jeda minum di tengah babak pertama mendapat cemoohan dari suporter yang frustrasi.
Analisis Dampak: Hasil ini membuat posisi Spanyol di Grup D rawan. Mereka harus segera berbenah sebelum menghadapi Arab Saudi pada laga berikutnya. Jika tidak, mimpi buruk tersingkir dini di fase grup bisa terulang. Bagi Cape Verde, hasil imbang ini adalah sejarah besar dan modal percaya diri untuk melawan Uruguay.