Prancis, 12 Juni 2025 – Para pemimpin negara G7 akan berkumpul di Prancis pekan ini untuk KTT tahunan di tengah lanskap geopolitik yang kian panas. Ini menjadi pertemuan pertama sejak pecahnya perang Iran, yang justru memicu perpecahan jelas di antara anggota G7.
Beberapa negara anggota menuding Amerika Serikat (AS) kurang koordinasi sebelum meluncurkan serangan. Dampak perang—mulai dari penutupan Selat Hormuz hingga gangguan rantai pasok global—menjadi tantangan serius yang harus dihadapi para pemimpin G7.
Selain konflik Iran, agenda utama lainnya meliputi perang Rusia-Ukraina yang masih berlarut dan hubungan ekonomi dengan China. Namun, pertanyaan besarnya: mampukah G7 menavigasi dinamika geopolitik yang berubah drastis ini?
Analisis: Perpecahan internal G7 soal Iran menunjukkan bahwa aliansi negara-negara Barat tidak lagi sekompak dulu. Bagi Indonesia, situasi ini penting karena gangguan di Selat Hormuz bisa langsung berdampak pada harga minyak dan inflasi di dalam negeri. Sumber dari Reuters juga menyebutkan bahwa ketidakstabilan ini bisa mendorong Indonesia untuk lebih memperkuat kerja sama dengan blok ekonomi non-Barat, seperti BRICS.