Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk malam keenam secara berturut-turut. Kali ini, sasaran tembak meluas hingga ke infrastruktur sipil seperti jembatan dan sebuah bandara. Langkah ini menunjukkan eskalasi dramatis di tengah ketegangan yang sudah memuncak.
Serangan terbaru ini menandai perubahan strategi AS. Jika sebelumnya target lebih fokus pada instalasi militer, kini mereka berani menyasar fasilitas umum yang vital. Akibatnya, akses transportasi dan mobilitas warga Iran dipastikan terganggu parah.
Analisis Dampak: Pemboman infrastruktur sipil jelas melanggar hukum perang internasional. Bagi masyarakat Iran, ini bukan hanya soal militer, tapi bencana kemanusiaan. Jembatan putus, bandara lumpuh, logistik terhambat. Situasi ini bisa memicu krisis pengungsi dan lonjakan harga kebutuhan pokok di dalam negeri. Dunia internasional, termasuk PBB, sudah angkat bicara dan mendesak gencatan senjata. Namun, hingga saat ini, AS belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan operasi.