Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepahaman awal terkait 'prinsip panduan' dalam pembicaraan nuklir tidak langsung yang digelar di Jenewa, Swiss. Informasi ini diungkap oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut Oman berperan sebagai mediator.
Kesepahaman ini menandai langkah maju penting, meskipun masih di tahap awal, dalam upaya meredakan ketegangan berkepanjangan antara kedua negara adidaya tersebut terkait program nuklir Teheran. Pembicaraan ini menjadi sinyal positif setelah bertahun-tahun penuh gejolak, terutama pasca penarikan AS dari kesepakatan nuklir JCPOA pada tahun 2018. Harapannya, kesepakatan 'prinsip panduan' ini bisa menjadi fondasi untuk dialog yang lebih konstruktif di masa depan, mengurangi risiko proliferasi nuklir di kawasan.
Namun, jalan menuju kesepakatan final tampaknya masih panjang. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat untuk mengonfirmasi atau menanggapi klaim Iran ini. Selain itu, jadwal untuk putaran ketiga pembicaraan juga belum ditetapkan. Situasi ini mengindikasikan bahwa proses diplomasi masih penuh tantangan, mengingat sensitivitas isu nuklir dan sejarah panjang ketidakpercayaan antara Washington dan Teheran. Peran mediasi oleh Oman, yang dikenal netral dan memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak, menjadi krusial dalam memfasilitasi dialog yang sulit ini.