Kisah inspiratif datang dari Tunisia. Seorang pria bernama Hassen, yang juga dikenal sebagai pembawa acara TV, memilih untuk menjadi perawat purna waktu bagi ibunya, Saliha, yang tengah berjuang melawan kanker paru-paru. Alih-alih larut dalam kesedihan, Hassen justru mengubah setiap momen perawatan ibunya menjadi sebuah perayaan cinta, kegembiraan, dan ketahanan.
Sebuah film dokumenter mengabadikan perjalanan emosional mereka. Mulai dari perayaan ulang tahun yang penuh haru, pemberian obat di dini hari, konsultasi medis yang sulit, hingga momen-momen tenang yang sarat makna. Hassen tak kenal lelah berusaha menjaga semangat, martabat, dan perasaan 'hidup normal' bagi ibunya, bahkan saat kondisi Saliha terus memburuk dan peluangnya menipis.
Ikatan ibu dan anak ini tumbuh melampaui peran konvensional. Mereka berdua harus menghadapi pilihan-pilihan sulit: melanjutkan pengobatan atau mencari kenyamanan, menjaga harapan atau menerima kejujuran pahit. Ini adalah perjuangan seorang anak yang berbakti melawan kelelahan sang ibu.
Setelah kepergian Saliha, Hassen kembali ke studio TV. Meski kembali bekerja, ingatan akan ibunya tetap menjadi panduan baginya. Ia mendefinisikan ibunya bukan hanya sebagai seorang individu, melainkan sebagai sebuah 'konsep cinta' yang terus membentuk dirinya. Dokumenter ini dengan jujur menampilkan perawatan sebagai sebuah tindakan ketahanan dan deklarasi cinta yang mendalam.