ZELENSKYY JELAJAHI TELUK, BAHAS KEAMANAN DAN ANTI-DRONE - Berita Dunia
← Kembali

ZELENSKYY JELAJAHI TELUK, BAHAS KEAMANAN DAN ANTI-DRONE

Foto Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini melawat ke Yordania, melanjutkan serangkaian kunjungannya untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan negara-negara Teluk. Ini jadi langkah strategis Kyiv di tengah upaya menggalang dukungan global dan ancaman eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Zelenskyy mengumumkan kedatangannya di Yordania lewat akun media sosial X. Ia menegaskan, "Keamanan adalah prioritas utama, dan penting bagi semua mitra untuk mengerahkan upaya yang diperlukan demi tujuan ini." Kunjungan ini bukan yang pertama ke kawasan Teluk. Sebelumnya, Ukraina sudah menjalin kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Negeri itu memang sedang butuh sokongan besar di tengah perang melawan Rusia yang tak kunjung usai. Lebih dari empat tahun setelah invasi besar-besaran, Kyiv menghadapi tantangan berat. Mulai dari defisit anggaran negara hingga pembiayaan produksi senjata domestik. Meski begitu, Ukraina tetap gencar melancarkan serangan balasan ke infrastruktur Rusia, seperti kilang minyak, depot, hingga pelabuhan. Kyiv mengklaim serangan itu sah sebagai upaya memutus pemasukan yang mendanai ofensif Rusia.

Nah, di sinilah letak relevansi kunjungan Zelenskyy ke Teluk. Kerja sama pertahanan dengan negara-negara kawasan ini menjadi sangat penting, apalagi setelah para ahli anti-drone Ukraina sudah lebih dulu dikirim ke Qatar, Saudi, dan Uni Emirat Arab. Mengapa? Karena Iran, yang diduga kuat memasok drone ke Rusia, juga dikabarkan menyasar infrastruktur di negara-negara Teluk dengan teknologi drone serupa. Seorang pejabat senior Ukraina, yang enggan disebutkan namanya, bahkan membocorkan bahwa tim Ukraina juga ada di Yordania untuk tujuan yang sama.

Langkah Ukraina ini menunjukkan strategi cerdas untuk mencari sumber daya dan sekutu baru di luar dukungan Barat tradisional. Dengan pengalaman pahit melawan serangan drone Rusia, Ukraina menawarkan keahlian berharga bagi negara-negara Teluk yang juga menghadapi ancaman drone serupa. Kerja sama ini bisa jadi simbiosis mutualisme: Ukraina mendapat dukungan finansial atau diplomatik, sementara negara-negara Teluk mendapatkan transfer teknologi atau keahlian pertahanan anti-drone yang sangat relevan untuk stabilitas kawasan mereka. Ini juga menyoroti bagaimana konflik di Ukraina punya "efek riak" global, hingga menyentuh langsung isu keamanan di Timur Tengah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook