SWEDIA HALAU DRONE RUSIA DEKAT KAPAL INDUK PRANCIS! - Berita Dunia
← Kembali

SWEDIA HALAU DRONE RUSIA DEKAT KAPAL INDUK PRANCIS!

Foto Berita

Pasukan Swedia berhasil menonaktifkan sebuah drone Rusia yang terbang tanpa izin di dekat kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, di perairan Swedia. Insiden ini terjadi di Selat Oresund, menandai babak baru ketegangan di kawasan Laut Baltik yang makin memanas.

Menurut militer Swedia, drone tersebut, yang diluncurkan dari kapal intelijen Rusia 'Zhigulevsk', terdeteksi saat Charles de Gaulle sedang dalam kunjungan ke Malmo sebelum berpartisipasi dalam latihan NATO. Menteri Pertahanan Swedia, Pal Jonson, menegaskan data teknis mengonfirmasi asal-usul drone dari kapal Rusia itu, menyebutnya sebagai pelanggaran regulasi akses dan wilayah udara Swedia. "Kami merespons secara tegas dan profesional," kata Jonson.

Kapal Angkatan Laut Swedia, HMS Rapp, langsung bertindak menggunakan peralatan teknis canggih untuk melumpuhkan drone tersebut sekitar 13 kilometer dari kapal induk Prancis. Setelah insiden, HMS Rapp juga mengawal kapal Rusia 'Zhigulevsk' keluar dari wilayah maritim Swedia menuju Laut Baltik.

Prancis melalui Menteri Luar Negerinya, Jean-Noel Barrot, menyebut kejadian ini sebagai "provokasi konyol" jika keterlibatan Rusia terbukti. Ia menegaskan, keamanan kapal induk dan kelompoknya tidak terancam. Sementara itu, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, yang kini negaranya resmi menjadi anggota NATO, mengindikasikan bahwa waktu insiden ini bukan kebetulan, mencerminkan "cara bertindak Rusia yang sudah dikenal". Moskow, melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, langsung membantah tudingan tersebut, menyebutnya "pernyataan yang cukup absurd".

Insiden ini semakin menyoroti peningkatan tensi di Laut Baltik, sebuah wilayah strategis tempat Rusia dan negara-negara NATO saling berhadapan. Sejumlah negara anggota NATO di sekitar Rusia memang telah melaporkan lonjakan penampakan drone yang mengganggu dalam beberapa bulan terakhir, banyak di antaranya dikaitkan dengan Moskow. Bagi Swedia, yang baru saja resmi bergabung dengan NATO pada Maret 2024, kejadian ini menjadi ujian nyata pertama dalam mengamankan wilayahnya dari potensi provokasi di tengah dinamika geopolitik yang memanas menjelang latihan militer besar NATO.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook