Jakarta – Suasana haru menyelimuti pertandingan Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru. Para penggemar timnas Iran mengubah momen olahraga tersebut menjadi aksi solidaritas yang mengharukan. Mereka mengangkat spanduk bertuliskan 'Minab 168' sebagai penghormatan bagi anak-anak yang menjadi korban tewas dalam serangan rudal ke sebuah sekolah di Kota Minab.
Peristiwa tragis itu terjadi pada hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Serangan tersebut langsung menyasar fasilitas sipil, termasuk sekolah yang saat itu sedang ramai aktivitas belajar mengajar. Ratusan nyawa melayang, dan sebagian besar adalah anak-anak tak berdosa.
Aksi di stadion ini menjadi sorotan media internasional. Jurnalis Al Jazeera, Nour Hegazy, melaporkan langsung momen tersebut. Spanduk biru besar yang dibentangkan di tribun penonton itu seolah menjadi tamparan keras bagi dunia atas kegagalan melindungi warga sipil dalam konflik bersenjata.
Analisis Dampak: Aksi ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi panggung protes politik yang sangat kuat. Bagi masyarakat global, gambar spanduk 'Minab 168' yang beredar luas di media sosial berhasil membangun tekanan moral. Ini memaksa publik dan negara-negara lain untuk tidak lagi menutup mata terhadap eskalasi kekerasan di Timur Tengah. Di sisi lain, aksi ini juga berisiko memicu ketegangan diplomatik baru, terutama bagi tuan rumah turnamen yang harus menjaga netralitas di tengah konflik besar.