Partai Hijau Inggris (Green Party) resmi meloloskan mosi yang mendefinisikan Zionisme sebagai salah satu bentuk rasisme. Keputusan ini diambil melalui voting internal partai, memicu reaksi keras dari Israel yang langsung melarang pemimpin Yahudi partai tersebut, Zack Polanski, untuk masuk ke wilayahnya.
Langkah Partai Hijau ini menempatkan mereka di posisi berseberangan dengan kebijakan luar negeri Inggris yang selama ini cenderung mendukung Israel. Mosi ini mencerminkan pergeseran sikap sebagian politisi Eropa yang semakin vokal mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, terutama setelah konflik berkepanjangan di Gaza.
Dampaknya bagi masyarakat Inggris, isu ini berpotensi memanaskan dinamika politik domestik menjelang pemilu. Komunitas Yahudi di Inggris terbelah: sebagian mendukung langkah Partai Hijau sebagai kritik sah terhadap kebijakan Israel, sebagian lain menilai definisi tersebut antisemitik karena menyamakan Zionisme (ideologi pendirian negara Yahudi) dengan rasisme.
Dari kacamata internasional, keputusan ini bisa memicu gelombang serupa di partai-partai Hijau negara lain, mengingat jaringan Partai Hijau Global cukup solid. Israel sendiri semakin agresif membalas kritik dengan cara-cara diplomatik, termasuk larangan masuk bagi tokoh yang dianggap bermusuhan.