Dublin, Irlandia Utara - Kepolisian Irlandia Utara resmi menghubungi sejumlah petinggi Sinn Fein terkait penyelidikan protes yang memblokade arak-arakan kelompok Protestan, Orange Order. Langkah ini diambil setelah Partai Unionis Demokratik (DUP) mendesak agar para legislator Sinn Fein yang terlibat dalam aksi tersebut diproses secara hukum.
Sinn Fein, yang saat ini memimpin pemerintahan bersama di Irlandia Utara, membenarkan bahwa beberapa perwakilan dan anggotanya menerima surat panggilan dari polisi. Dalam pernyataannya, partai tersebut menegaskan akan tetap berdiri di sisi warga Garvaghy Road, yang menurut mereka berhak hidup damai tanpa intimidasi sektarian. Mereka mengklaim telah mendampingi warga selama dua pekan terakhir menghadapi provokasi dan ancaman pawai Orange Order yang melintasi wilayah Katolik tersebut.
Insiden ini memanas setelah Pengadilan Tinggi Irlandia Utara mengizinkan pawai Orange Order melintasi Garvaghy Road untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Polisi menyatakan bahwa protes tersebut ilegal dan mereka yang diduga melakukan pelanggaran akan dimintai keterangan. Menteri Utama Sinn Fein, Michelle O'Neill, dan Presiden partai, Mary Lou McDonald, turut serta dalam aksi protes tersebut.
DUP merespons dengan keras, menuntut agar O'Neill dan legislator lainnya diproses hukum. "Gelar politik bukanlah tameng, dan tidak ada yang kebal hukum," tegas DUP. Situasi ini memicu kekhawatiran akan krisis politik baru yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan bersama di Irlandia Utara, mengingat sejarah konflik sektarian yang pernah melanda kawasan tersebut sebelum Perjanjian Good Friday ditandatangani.