Mesir menyatakan kesiapannya memberikan dukungan penuh kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan yang terus dilancarkan kelompok Houthi di Yaman. Dewan Pertahanan Nasional Mesir, yang dipimpin langsung oleh Presiden Abdel Fattah el-Sisi, menegaskan bahwa Kairo berdiri sepenuhnya bersama Riyadh untuk mempertahankan stabilitas, keutuhan wilayah, serta situs-situs suci Islam.
Dalam pernyataan resminya, kantor kepresidenan Mesir juga menyebut akan meningkatkan upaya diplomatik guna meredakan ketegangan di kawasan. Langkah ini diambil setelah Houthiākelompok bersenjata yang didukung Iranābaru-baru ini menyerang Bandara Internasional Riyadh dan perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco. Serangan tersebut terjadi di tengah kembali memanasnya konflik di Yaman setelah runtuhnya gencatan senjata antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Saudi.
Presiden Sisi dalam pidatonya pada Sabtu lalu menegaskan bahwa Mesir akan bertindak sesuai arahan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Keduanya diketahui berkunjung ke Mesir bulan lalu setelah pertempuran di Yaman kembali berkobar. Dukungan Mesir ini menjadi sinyal penting bagi kawasan bahwa poros Arab Sunni akan bersatu menghadapi eskalasi Houthi yang semakin berani menyerang infrastruktur vital Saudi.
Bagi masyarakat Indonesia, konflik di Timur Tengah ini patut dicermati karena dapat memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas pasokan energi global. Selain itu, ketegangan yang berlarut-larut di Yaman dan serangan terhadap fasilitas Saudi berpotensi mengganggu jalur pelayaran internasional, yang berdampak pada ekonomi negara-negara Asia, termasuk Indonesia.