Kabar mengejutkan datang dari Sri Lanka. Mantan Kepala Intelijen mereka, Mayor Jenderal Purnawirawan Suresh Sallay, akhirnya ditangkap aparat keamanan. Sallay dituding kuat terlibat konspirasi dan membantu serangan bom Minggu Paskah 2019 yang menewaskan nyaris 300 orang dan melumpuhkan sektor pariwisata negara itu. Penangkapan Sallay, yang dilakukan di pinggiran ibu kota, jadi sorotan karena membuka kembali luka lama tragedi paling mematikan di Sri Lanka modern.
Penyelidik menduga kuat, serangan bom bunuh diri serentak di tiga gereja dan tiga hotel mewah itu bukan sekadar aksi teror. Ada indikasi kuat serangan ini sengaja dibiarkan terjadi untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2019, demi memuluskan jalan Gotabaya Rajapaksa ke kursi kekuasaan. Sallay bahkan sempat dipromosikan menjadi kepala badan intelijen utama Sri Lanka setelah Rajapaksa memenangkan pemilu. Namun, nasibnya berbalik drastis setelah Presiden Anura Kumara Dissanayake terpilih di tahun 2024 dengan janji menuntaskan kasus ini.
Tragedi berdarah tersebut memang menyisakan banyak pertanyaan dan tuntutan keadilan. Sebelumnya, Mahkamah Agung Sri Lanka di tahun 2023 sudah menyatakan mantan Presiden Maithripala Sirisena dan empat pejabat senior lainnya lalai dan gagal mencegah serangan. Mereka bahkan diwajibkan membayar kompensasi ratusan juta rupee kepada para korban. Sebuah laporan dari Channel 4 Inggris tahun 2023 juga mengindikasikan Sallay punya kaitan dengan para pelaku bom dan sempat bertemu mereka sebelum kejadian, memperkuat dugaan motif politik di balik 'pembiaran' serangan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun mendesak Sri Lanka untuk mempublikasikan seluruh hasil penyelidikan demi transparansi penuh.
Penangkapan Suresh Sallay ini menjadi angin segar bagi keluarga korban yang bertahun-tahun menanti keadilan. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah baru Sri Lanka untuk mengungkap tuntas siapa sebenarnya dalang di balik teror yang menguncang dunia itu. Diharapkan, penangkapan ini bisa membuka tabir konspirasi yang lebih besar, menyeret semua pihak yang bertanggung jawab, dan memastikan keadilan ditegakkan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa depan.