BEIRUT – Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi angka korban jiwa akibat agresi militer Israel sejak Maret lalu kini mencapai 3.433 orang. Selain itu, sebanyak 10.395 warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka.
Angka ini terus bertambah seiring eskalasi serangan udara dan darat yang dilakukan pasukan Israel di wilayah selatan Lebanon. Rumah sakit setempat kewalahan menangani lonjakan korban, sementara pasokan obat-obatan dan listrik mulai menipis.
Analisis: Lonjakan korban ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bagi masyarakat global, situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya perang regional. Dari sisi kemanusiaan, PBB memperingatkan bahwa lebih dari 100.000 warga Lebanon telah mengungsi ke Suriah dan daerah lain, menciptakan krisis pengungsi baru.
Media lain seperti Associated Press melaporkan bahwa serangan Israel juga menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan jaringan listrik, yang memperparah penderitaan warga yang terjebak di zona konflik.