Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali membuat geger. Kali ini, mereka memerintahkan perusahaan AI ternama, Anthropic, untuk memutus akses negara-negara sekutu terhadap model kecerdasan buatan (AI) canggih mereka, yaitu Mythos 5 dan Claude Fable 5. Langkah ini didasari alasan keamanan nasional AS.
Perintah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dikeluarkan pekan lalu dan berlaku untuk semua warga negara asing, baik di dalam maupun di luar AS. Akibatnya, Anthropic terpaksa menarik kedua model AI tersebut sepenuhnya dari peredaran. Padahal, sebelumnya Anthropic telah memberikan akses uji coba kepada 200 institusi di 15 negara. Rencana rilis publik versi Mythos 5 dan Fable 5 pada awal Juni pun terpaksa batal.
Menurut Anthropic, pemerintah AS tidak memberikan alasan detail. Namun, mereka menduga larangan ini terkait temuan metode baru untuk 'membobol' atau menyalahgunakan sistem keamanan model Fable 5. Keputusan sepihak ini sontak membuat Eropa, yang sangat bergantung pada teknologi AS, panik.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut larangan ini sebagai 'tamparan keras' sekaligus pengingat akan bahaya ketergantungan pada AI asing. Namun, ia juga mengkritik langkah Trump yang dianggap terlalu nasionalistis. 'Reaksi ini, dalam beberapa hal, sangat nasionalis,' ujar Macron dalam pertemuan G7.
Yang menarik, larangan ini tidak hanya menyasar musuh bebuyutan AS seperti China atau Rusia, tetapi juga negara-negara sekutu yang memiliki pakta pertahanan dan intelijen bersama dengan Washington. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa di era Trump, sekalipun, tidak ada jaminan akses teknologi.
Dex Hunter-Torricke, presiden Center for Tomorrow, menilai negara-negara sekutu kini sadar bahwa mereka 'terlalu rentan terhadap kompleks teknorindustri AS.' Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi pemicu bagi Eropa untuk segera membangun kemandirian teknologi, terutama di sektor AI yang kini menjadi medan pertempuran geopolitik baru.