Presiden Paraguay, Santiago Pena, kini menghadapi ancaman pemakzulan (impeachment) setelah runtuhnya Ueno Bank, sebuah bank digital besar yang memicu krisis politik terparah di negara Amerika Selatan itu dalam lebih dari satu dekade terakhir. Meski Pena sempat mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis lalu, politisi tetap melanjutkan proses impeachment secara formal. Pena, yang merupakan mantan ekonom IMF, meminta perpanjangan waktu 72 jam untuk menyiapkan pembelaan karena ia hanya diberi waktu kurang dari 12 jam untuk menjawab tuduhan setebal 300 halaman. Namun, Senat tetap menggelar sidang langka pada Jumat untuk membahas masa depan politiknya, dan memutuskan untuk melanjutkan upaya pemecatan.
Kasus ini berakar pada kepemilikan saham Pena di Grupo Vazquez, perusahaan induk Ueno Bank, hingga Maret 2025. Ueno Bank sendiri didirikan pada 1976 dan berkembang pesat setelah mendapat lisensi penuh pada 2023, menjadi nama rumah tangga dengan lebih dari 70 cabang dan 3 juta nasabah—sekitar 60 persen populasi dewasa Paraguay. Bank ini mengelola dana publik sebesar $800 juta, termasuk $380 juta dari dana pensiun dan kesehatan negara.
Bank Sentral Paraguay akhirnya menempatkan Ueno Bank dalam status resolusi pada Senin lalu setelah menemukan rasio solvabilitas bank tersebut turun di bawah setengah dari batas legal. Langkah ini membekukan rekening nasabah, membuat jutaan deposan, pensiunan, dan pekerja kesulitan mengakses tabungan serta upah mereka. Regulator juga menemukan pola pinjaman berisiko kepada "orang dalam" atau pihak internal bank.
Analisis dampak: Runtuhnya Ueno Bank tidak hanya melumpuhkan sistem pembayaran digital di Paraguay, tetapi juga mengancam dana pensiun negara yang diinvestasikan di sana. Krisis ini memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap bank digital yang tumbuh agresif, serta potensi konflik kepentingan antara pejabat publik dan pemilik bank. Bagi masyarakat, pembekuan rekening berarti hilangnya akses ke kebutuhan sehari-hari, sementara proses impeachment yang berjalan cepat menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas politik dan kepercayaan investor di Paraguay.