Di tengah keterbatasan sistem kesehatan Gaza yang dilanda krisis, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis memperkenalkan program percontohan 'Kangaroo Mother Care' untuk membantu bayi-bayi rentan. Program ini menjadi harapan baru bagi para ibu dan bayi prematur yang kesulitan mendapatkan perawatan intensif.
Salah satu kisah datang dari Rania Fadel (24), yang melahirkan anak kembarnya, Ilyas dan Yahya, pada 25 September lalu. Yahya lahir sehat, namun Ilyas harus dirawat di NICU karena lahir prematur dengan berat hanya 1,4 kilogram dan mengalami masalah pada darah serta paru-parunya. Selama 11 hari, Rania tidak bisa menggendong putranya yang masih di inkubator.
Setelah kondisi Ilyas membaik dan dipindahkan ke unit perawatan neonatal, Rania akhirnya bisa melakukan kontak kulit ke kulit dengan bayinya. Metode ini, yang dikenal sebagai Kangaroo Mother Care, melibatkan kontak langsung antara kulit ibu dan bayi dalam waktu lama, disertai pemberian ASI eksklusif. Rania mengaku sangat bahagia dan merasakan kedekatan yang luar biasa dengan bayinya.
Menurut pedoman WHO, metode Kangaroo Mother Care terbukti menurunkan angka kematian neonatal hingga 32 persen dan kematian pada usia enam bulan hingga 25 persen dibandingkan perawatan konvensional. Khawla al-Madhoun, direktur keperawatan di RS Nasser, menjelaskan bahwa metode ini membantu bayi tumbuh lebih cepat, meningkatkan bonding, dan mempercepat pemulangan dari rumah sakit.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat Gaza yang terus berjuang menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan, pasokan obat, dan tenaga medis. Dengan metode sederhana namun efektif ini, para ibu bisa berperan aktif dalam menyelamatkan nyawa bayi-bayi mereka.