IRAN SERANG AS, TRUMP ANCAM BOMBARDIR - Berita Dunia
← Kembali

IRAN SERANG AS, TRUMP ANCAM BOMBARDIR

Foto Berita

Teheran, 15 Mei 2025 – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap target militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dari konflik yang sudah berlangsung lima hari, mengancam kesepakatan gencatan senjata yang baru saja diraih.

Pemerintah Iran melalui penyiar resmi negaranya mengumumkan bahwa militer mereka telah menyerang posisi-posisi AS di kawasan Teluk. Sebagai balasan, militer AS melancarkan serangan udara baru pada Rabu malam, yang diklaim menargetkan 'kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal niaga' di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras. Trump memperingatkan Iran untuk 'bersikap baik' dan mengancam akan mengebom jembatan serta pembangkit listrik jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan pekan depan. 'Mereka tahu ceritanya... mereka harus bersikap baik,' ujar Trump kepada wartawan.

Di sisi lain, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mematuhi kesepakatan jika tidak mendapatkan keuntungan darinya. Ghalibaf menegaskan bahwa negosiasi dan perang adalah bagian dari strategi perlawanan Iran dalam menghadapi konflik 'eksistensial' dengan AS.

Serangan AS tahap kedua pada siang hari dilaporkan menargetkan basis pertahanan pesisir Iran serta lokasi penyimpanan rudal jelajah di Pulau Greater Tunb. Komando Pusat AS (Centcom) juga mengklaim telah mengalihkan dua kapal niaga sejak memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Selasa malam.

Analis menilai eskalasi ini sangat berbahaya karena menyentuh infrastruktur sipil. Ancaman Trump untuk mengebom pembangkit listrik memicu kekhawatiran pelanggaran hukum perang. Sebelumnya pada April lalu, ancaman serupa mendapat kecaman dari Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, yang mengingatkan bahwa menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil adalah kejahatan perang.

Ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital pengangkutan minyak dunia, berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memperburuk situasi ekonomi yang sudah tidak menentu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook