Jakarta - Sekitar 210 juta pemilih terdaftar di Amerika Serikat akan menuju bilik suara pada 3 November mendatang. Meski nama Donald Trump tidak tercantum dalam surat suara, hasil pemilihan ini akan menentukan seberapa besar kekuasaan presiden tersebut untuk sisa masa jabatannya.
Pemilihan paruh waktu (midterm) ini menjadi ajang referendum bagi kinerja presiden yang sedang menjabat. Seluruh 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan. Selain itu, pemilih di 36 negara bagian juga akan memilih gubernur baru.
Saat ini, Partai Republik menguasai kedua kamar. Namun, sejarah mencatat bahwa partai presiden biasanya kehilangan rata-rata 26,5 kursi di House pada pemilu paruh waktu sejak 1946. Jika Demokrat berhasil merebut kendali, mereka berpotensi memblokir legislasi dan meluncurkan investigasi terhadap pemerintahan Trump.
Meski sorotan tertuju pada politik nasional, para pengamat mengingatkan pentingnya politik lokal. Keputusan mengenai proposisi lokal dan referendum seringkali lebih berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat dibandingkan kebijakan di tingkat federal.