Kandidat Demokrat Emily Gregory berhasil membuat kejutan besar! Ia memenangkan pemilihan khusus untuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian Florida. Yang bikin heboh, daerah pemilihan ini meliputi resor Mar-a-Lago, kediaman mewah milik mantan Presiden Donald Trump. Kemenangan ini langsung jadi pembicaraan hangat, disebut-sebut sebagai tanda bahaya bagi Partai Republik Trump menjelang pemilu sela nasional November mendatang.
Dengan hampir seluruh suara yang dihitung, Gregory unggul 2,4 persen dari Jon Maples, lawannya yang secara terang-terangan didukung oleh Trump. Demikian laporan dari kantor berita AP. Bagi Partai Demokrat, hasil di Distrik 87 ini, yang sebelumnya selalu dikuasai Republik, adalah bukti nyata bahwa para pemilih mulai berbalik arah, enggan lagi mendukung Republik dan Trump.
Isu biaya hidup yang terus meroket, terutama kenaikan harga bensin dan kebutuhan pokok, disebut-sebut menjadi faktor utama kegusaran masyarakat. Beberapa pengamat bahkan mengaitkan kenaikan harga minyak dan gas global dengan keputusan Amerika Serikat yang ikut menyerang Iran bersama Israel. Ini menambah tekanan inflasi yang dirasakan warga.
"Kalau Mar-a-Lago saja bisa goyah, bayangkan apa yang bisa terjadi November nanti," kata Heather Williams, presiden Komite Kampanye Legislatif Demokrat. Pernyataannya menyoroti betapa strategis dan simbolisnya kemenangan ini. Ia juga menambahkan, ini adalah kursi ke-29 yang berhasil direbut Demokrat dari kontrol Republik sejak Trump menjabat sebagai presiden.
Kemenangan Gregory ini melengkapi serangkaian hasil mengejutkan dalam pemilihan khusus di berbagai wilayah AS, sejak Trump kembali ke Gedung Putih lebih dari setahun lalu. Sebelumnya, pada Desember, Eileen Higgins dari Demokrat sukses memenangkan kursi Wali Kota Miami, menjadi Demokrat pertama yang memimpin kota itu dalam hampir tiga dekade. Lalu di Texas, Demokrat Taylor Rehmet juga berhasil merebut distrik Senat negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Republik. Menanggapi kekalahan di Texas itu, Trump sempat berusaha 'cuci tangan' dengan mengatakan "Saya tidak terlibat dalam hal itu," meskipun ia jelas-jelas mendukung kandidat Republik tersebut.
Ada satu detail menarik lainnya: catatan pemilih Palm Beach County menunjukkan bahwa Donald Trump, yang menjadikan Mar-a-Lago sebagai kediaman resminya, ternyata ikut memilih melalui surat suara dalam pemilu khusus ini. Padahal, Trump sendiri secara terbuka sering mengkritik metode pemungutan suara via pos dan menuduhnya sebagai sumber kecurangan. Sebuah ironi yang cukup mencolok.