London, Inggris - Mimpi Inggris untuk kembali ke final Piala Dunia setelah 59 tahun harus kandas. Pelatih Thomas Tuchel yang mencoba 'membangun tembok' dengan strategi bertahan total, justru dihancurkan oleh keajaiban Lionel Messi di menit akhir laga semifinal, Rabu (19/7) waktu setempat.
Unggul 1-0 lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55, Inggris memilih bermain aman. Tuchel melakukan dua pergantian pemain di menit ke-82, memasukkan Dan Burn dan Nico O'Reilly untuk memperkuat pertahanan. Namun, langkah ini justru menjadi bumerang.
Messi, sang maestro Argentina, seperti membaca semua celah. Hanya tiga menit setelah substitusi, ia memberikan assist brilian untuk gol Enzo Fernandez yang menyamakan kedudukan. Puncaknya, di menit kedua injury time, sundulan keras Lautaro Martinez memanfaatkan umpan silang Messi memastikan kemenangan 2-1 untuk Argentina.
Keputusan Tuchel untuk 'parkir bus' di laga sebesar ini langsung menuai kritik. Striker Inggris, Harry Kane, mengaku hancur. "Setelah unggul, kami hanya mencoba bertahan. Di level ini, itu tidak cukup," sesalnya. Statistik Opta mencatat, ini adalah kedua kalinya tim yang mencetak gol pertama di semifinal Piala Dunia abad ini gagal lolos, dan keduanya adalah Inggris (2018 vs Kroasia dan sekarang).
Argentina pun melaju ke final untuk menghadapi Spanyol. Bagi Messi, ini adalah panggung terakhirnya untuk membawa pulang trofi. Sementara bagi Tuchel, malam itu akan menjadi mimpi buruk yang terus diingat.