MUSK MINTA BANYAK ANAK? EKONOMI BIKIN ORANG MIKIR ULANG! - Berita Dunia
← Kembali

MUSK MINTA BANYAK ANAK? EKONOMI BIKIN ORANG MIKIR ULANG!

Foto Berita

Elon Musk bikin heboh lagi. Kali ini bukan soal roket atau mobil listrik, tapi tentang angka kelahiran. Pendiri Tesla dan X ini baru-baru ini menyerukan agar populasi segera ditingkatkan, sebuah pernyataan yang terdengar dramatis dan mendesak. Namun, benarkah masalahnya sesederhana itu?

Seorang jurnalis dan peneliti asal Brasil punya pandangan berbeda. Menurutnya, seruan Musk ini jauh dari kenyataan dan justru mengabaikan akar masalah yang sebenarnya. Rendahnya angka kelahiran di banyak negara, jelasnya, bukan karena kemerosotan moral atau generasi muda yang 'malas', melainkan buah dari sistem ekonomi yang tidak adil.

Bayangkan saja: gaji pas-pasan, jam kerja gila-gilaan, dan biaya hidup yang melambung tinggi. Sewa rumah makan separuh gaji, biaya penitipan anak setinggi cicilan KPR kedua. Di tengah kondisi begini, punya anak bukan lagi keputusan yang romantis, melainkan pertaruhan ekonomi yang sangat berat dan seringkali tidak rasional.

Anehnya, para miliarder dan bos perusahaan besar yang sama ini sering mengeluh tentang penurunan populasi, atau industri lokal yang melemah. Namun, solusi yang mereka tawarkan selalu sama: kerja lebih keras, gaji ditahan, PHK massal, dan deregulasi. Bukannya memperbaiki, cara-cara ini malah memperparah masalah yang mereka keluhkan.

Di Eropa misalnya, angka kesuburan rata-rata kini cuma sekitar 1,4 anak per wanita, jauh di bawah angka ideal untuk mempertahankan populasi. Gaji riil stagnan atau turun dalam beberapa tahun terakhir, sementara harga kebutuhan pokok seperti pangan, energi, perumahan, dan biaya pengasuhan anak terus melonjak. Bagi jutaan keluarga, penghasilan bukan lagi untuk merencanakan masa depan, melainkan cuma untuk bertahan hidup.

Jadi, ketika orang memilih untuk tidak punya anak, itu bukan kegagalan pribadi atau budaya. Itu adalah keputusan ekonomi yang rasional di tengah tekanan hidup yang masif. Realita inilah yang seringkali diabaikan oleh mereka yang berada di puncak, termasuk Musk sendiri yang terkenal dengan budaya kerja 'hardcore' di perusahaannya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook