BANDARA RIYADH KEMBALI DISERANG, WARGA DUNIA PANIK - Berita Dunia
← Kembali

BANDARA RIYADH KEMBALI DISERANG, WARGA DUNIA PANIK

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal untuk kedua kalinya dalam dua hari berturut-turut. Insiden terbaru ini memicu kebakaran di salah satu ruang penumpang dan dilaporkan menimbulkan korban luka.

Serangan ini merupakan buntut dari aksi sebelumnya yang jauh lebih mematikan. Sehari sebelumnya, serangan di lokasi yang sama menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Kelompok Houthi dari Yaman secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan ini, dengan dalih membalas dukungan Arab Saudi terhadap pasukan pemerintah dalam perang saudara di Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengklaim pihaknya menembakkan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Mereka juga memperingatkan maskapai penerbangan dan penumpang untuk menghindari penggunaan bandara dan wilayah udara Arab Saudi, kecuali bandara di kota suci Mekkah dan Madinah. Ancaman ini dipertegas dengan serangan terhadap fasilitas minyak dan Bandara Dammam di Arab Saudi bagian timur.

Dampak dari eskalasi ini sangat luas. Korban tewas dalam serangan hari Sabtu mencakup warga negara asing dari berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat, Bangladesh, India, Mesir, hingga Palestina. Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris pun angkat bicara. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait aksi balasan terhadap Houthi, sementara Inggris mempertimbangkan untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada Arab Saudi.

Bagi masyarakat global, insiden ini menjadi pengingat keras akan bahaya perjalanan ke kawasan tersebut. Kedutaan besar negara-negara Barat telah mengeluarkan peringatan perjalanan, khususnya di area dekat perbatasan Yaman. Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas penerbangan internasional dan harga minyak dunia akibat serangan pada fasilitas energi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook