AS MUNDUR, SURIAH AMBIL ALIH PANGKALAN KUNCI. ADA APA? - Berita Dunia
← Kembali

AS MUNDUR, SURIAH AMBIL ALIH PANGKALAN KUNCI. ADA APA?

Foto Berita

Tentara Suriah secara resmi telah mengambil alih kendali pangkalan militer al-Shaddadi di wilayah timur laut, tepatnya pedesaan Hasakah, menyusul penarikan mundur pasukan Amerika Serikat. Pengambilalihan yang terjadi pada Minggu ini dikoordinasikan langsung dengan pihak AS, menjadi babak baru implementasi kesepakatan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi.

Sebelumnya, AS telah beroperasi di al-Shaddadi sejak 2016, tak lama setelah pasukan pimpinan Kurdi merebutnya dari kelompok ISIS. Tak hanya al-Shaddadi, pada hari Kamis lalu, Tentara Suriah juga sudah menguasai pangkalan AS di al-Tanf, yang berlokasi strategis dekat perbatasan Irak dan Yordania. Ini menunjukkan pola penarikan dan pengambilalihan yang terkoordinasi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai implementasi kesepakatan gencatan senjata ini "bergerak ke arah yang positif." Meskipun mengakui ada hari-hari yang "sangat mengkhawatirkan," Rubio optimis dengan "lintasan" yang ada. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum dan berharap kesepakatan serupa juga bisa dicapai dengan komunitas Druze, Badui, dan Alawi di Suriah untuk stabilitas jangka panjang.

Dari laporan koresponden Al Jazeera di Aleppo, Heidi Pett, warga sekitar al-Shaddadi sempat mendengar ledakan dan melihat api di pangkalan. Ini disinyalir sebagai upaya pasukan AS menghancurkan material yang tersisa sebelum sepenuhnya meninggalkan lokasi, sebuah persiapan yang telah berlangsung berminggu-minggu. Menurut Pett, kejadian ini adalah bagian dari perubahan strategi AS di kawasan, yaitu beralih menuju kemitraan langsung dengan pemerintah Suriah.

AS sendiri memang telah mengurangi jejak militernya di Suriah selama berbulan-bulan, dari sekitar 1.500 personel pada Juli menjadi sekitar 900 saat ini. Mereka mengonsolidasikan keberadaan pasukan daratnya ke Tower 22 di Yordania. Kendati demikian, Komando Pusat AS (CENTCOM) memastikan tetap melancarkan serangan udara terhadap target ISIS di Suriah. Tercatat, selama 3-12 Februari, mereka melakukan 10 serangan udara pada 30 target dan berhasil menewaskan atau menangkap lebih dari 50 orang dalam dua bulan. Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, menegaskan pasukan AS akan "tetap siaga untuk merespons setiap ancaman ISIS yang muncul."

Pergeseran ini membawa dampak signifikan bagi peta politik dan keamanan di Suriah. Penarikan AS dari pangkalan-pangkalan kunci dan pengambilalihan oleh Tentara Suriah bisa dipandang sebagai upaya untuk menstabilkan negara, menghindari skenario "Suriah yang terpecah menjadi delapan bagian" seperti yang dikhawatirkan Rubio sebelumnya. Namun, perubahan kendali ini juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana nasib komunitas lokal dan dinamika kekuasaan regional ke depan, mengingat kompleksitas konflik Suriah yang melibatkan banyak aktor dan kepentingan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook