ISRAEL INVASIL LEBANON, PBB: POTENSI JADI GAZA BARU? - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL INVASIL LEBANON, PBB: POTENSI JADI GAZA BARU?

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Israel memperluas invasi darat dan gempuran udara ke wilayah Lebanon. Langkah agresif ini sontak memicu kekhawatiran serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan nasib warga sipil dan potensi pencaplokan wilayah baru yang mirip dengan yang terjadi di Jalur Gaza.

Dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Tom Fletcher, Kepala Kemanusiaan PBB, secara lugas mempertanyakan kesiapan dunia untuk melindungi warga Lebanon. Pertanyaan itu muncul bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, terang-terangan menyatakan rencana negaranya untuk menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, membentuk 'zona keamanan' hingga Sungai Litani, bahkan setelah eskalasi konflik berakhir. Pernyataan ini jelas mengindikasikan niat Israel untuk mempertahankan kendali militer di sana.

Akibat operasi militer yang makin intensif sejak 2 Maret lalu, lebih dari 1,1 juta orang terpaksa mengungsi di seluruh Lebanon. Kondisi ini diperparah dengan kecaman keras dari kelompok hak asasi manusia yang mendesak Israel untuk tidak menyerang infrastruktur sipil dan memastikan warga bisa kembali ke rumah mereka. Mereka juga menyoroti bahaya blokade bagi warga yang ingin kembali.

Tragedi makin mendalam setelah tiga penjaga perdamaian PBB dilaporkan tewas dalam beberapa hari terakhir di wilayah konflik. Dua di antaranya adalah prajurit TNI asal Indonesia, yang gugur pada Senin (waktu setempat) saat kendaraan mereka hancur akibat ledakan tak dikenal dekat desa Bani Haiyyan, Lebanon selatan. Sehari sebelumnya, seorang prajurit Indonesia lainnya juga tewas akibat proyektil di dekat Aadshit al-Qusayr. Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dan penyelidikan atas insiden ini masih terus berlanjut.

Invasi yang meluas ini bukan hanya tentang melindungi perbatasan utara Israel dari serangan rudal Hezbollah, yang terjadi pasca-konflik AS-Israel dengan Iran. Ini adalah babak baru yang sarat bahaya. Jika Israel benar-benar menduduki Lebanon selatan, dunia berpotensi menyaksikan penciptaan 'wilayah pendudukan' baru, memicu krisis kemanusiaan yang lebih parah, dan memperpanjang daftar konflik tak berujung di Timur Tengah. Kejadian ini juga menjadi pengingat pahit akan harga yang harus dibayar oleh komunitas internasional dalam upaya menjaga perdamaian, bahkan dengan nyawa.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook