Ratusan mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil di Jakarta serta sejumlah kota lain menggelar aksi unjuk rasa menentang kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menyoroti dua isu utama: penanganan kebakaran hutan yang dinilai lambat dan prioritas belanja pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa poster dan orasi yang menuntut transparansi serta evaluasi kebijakan. Mereka menilai pemerintah lebih fokus pada proyek strategis ketimbang mengatasi dampak lingkungan dan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
Analisis singkat: Gelombang protes ini menandakan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan baru. Jika tidak direspons dengan dialog terbuka, potensi eskalasi aksi bisa meluas ke kota-kota lain. Media lain melaporkan bahwa isu kebakaran hutan tahun ini turut memicu kekhawatiran soal kesehatan dan polusi lintas negara, sementara harga kebutuhan pokok yang naik menjadi pemicu tambahan kemarahan mahasiswa.