Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Dalam pertemuan darurat di Riyadh, Turki dan Pakistan sepakat mengirimkan pasukan rapid deployment ke Arab Saudi. Langkah ini diambil sebagai respons atas eskalasi konflik di Yaman yang semakin memburuk.
Konflik di Yaman sendiri kembali bergolak setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi melancarkan serangan balik terhadap kelompok Houthi. Tujuannya satu: merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sempat lepas dari kendali mereka.
Analisis Singkat: Pengiriman pasukan dari dua negara kekuatan militer utama ini menandakan bahwa konflik Yaman bukan lagi sekadar perang saudara, melainkan sudah menjadi medan tarik-menarik kepentingan geopolitik yang lebih besar. Bagi masyarakat global, eskalasi ini berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dunia dan jalur perdagangan di Selat Bab el-Mandeb. Jika ketegangan terus naik, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis kemanusiaan yang lebih parah di Yaman, serta meningkatnya risiko terorisme di kawasan tersebut.