California, AS - Pertarungan politik menjelang pemungutan suara di California pada 3 November mendatang semakin panas. Para miliarder teknologi ternama dilaporkan telah menggelontorkan dana lebih dari $300 juta (sekitar Rp4,6 triliun) untuk menggagalkan proposal pajak kekayaan baru di negara bagian tersebut.
Proposal yang dikenal sebagai Prop 40 ini berencana mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen terhadap aset para miliarder di California. Dana raksasa tersebut digunakan untuk membanjiri ruang publik dengan iklan dan selebaran yang menentang kebijakan ini, menjadikannya sebagai kampanye ballot measure termahal dalam sejarah.
Sejumlah nama besar ikut bermain, seperti co-founder Google Sergey Brin, pendiri Doordash Tony Xu, hingga co-founder Stripe Patrick Collison. Menariknya, laporan SEC mengungkap bahwa Mark Zuckerberg (Meta) dikabarkan berencana membeli rumah di luar California demi menghindari pajak tersebut, meski ia tidak menyumbang langsung ke kampanye penolakan.
Ketimpangan dana sangat mencolok. Kubu pendukung pajak hanya mampu mengumpulkan $32 juta, jauh di bawah kekuatan finansial lawan. Hal ini memicu kekhawatiran akan banjir misinformasi, di mana warga sering tertipu isu bahwa pajak ini akan menyasar tabungan pensiun orang biasa. Padahal, pajak ini murni menyasar aset miliarder untuk pemerataan demokrasi.