DRAMATUR GAZA MENANG PENGHARGAAN DI LONDON - Berita Dunia
← Kembali

DRAMATUR GAZA MENANG PENGHARGAAN DI LONDON

Foto Berita

London, Inggris — Ali Abu Yasin, seorang penulis naskah drama asal Gaza, baru saja menerima penghargaan bergengsi Writer of Courage 2026 dari English PEN di London. Penghargaan ini diberikan bukan hanya karena karya tulisnya, tetapi juga karena ketangguhannya bertahan di tengah situasi perang yang menghancurkan lingkungan sekitarnya selama tiga tahun terakhir.

Pria berusia 62 tahun ini memulai karier seninya sejak remaja di kamp pengungsi al-Shati, Gaza. Ia menguasai alat musik oud dan mulai menulis drama. Namun, setelah perang meletus pada Oktober 2023, ia berhenti menulis naskah panggung dan beralih menulis catatan harian serta skenario tentang kehidupan di bawah bombardir. Menurutnya, teater menjadi mustahil karena Gaza sedang dihancurkan.

Selama dua tahun terakhir, Abu Yasin mengaku berada di ambang kematian hingga empat atau lima kali. Rumahnya dibom, dan putranya sempat terjebak di reruntuhan bangunan. Meski begitu, ia tetap menulis untuk mendokumentasikan apa yang terjadi, berharap dunia mendengar suaranya. Ia juga sempat bekerja dengan para aktor yang kini berlatih di tenda-tenda darurat di tengah suara tembakan.

Abu Yasin sebelumnya dikenal lewat karyanya Gaza Monologues pada 2008 dan aktif di Teater Said Al-Mishal, pusat budaya Palestina yang dihancurkan pada 2018. Berkat program residensi seniman di Prancis, ia berhasil keluar dari Gaza beberapa minggu lalu dan menghadiri upacara penghargaan di British Library, London. Meski jauh dari Gaza, ia mengaku perang masih hidup di dalam dirinya, dan kebiasaan menghemat air serta meminimalkan limbah masih ia lakukan.

Dampak dan Konteks: Penghargaan ini menjadi pengingat internasional bahwa suara dari Gaza masih ada meski infrastruktur budaya di sana hancur. Bagi masyarakat luas, kisah Abu Yasin menyoroti bagaimana seni bisa bertahan sebagai bentuk perlawanan dan dokumentasi sejarah. Sementara itu, data terbaru menunjukkan lebih dari 74.000 orang tewas di Gaza sejak 2023, dan mayoritas penduduknya mengalami pengungsian berulang kali.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook