FED TAHAN SUKU BUNGA, TANTANGAN EKONOMI & POLITIK AS! - Berita Dunia
← Kembali

FED TAHAN SUKU BUNGA, TANTANGAN EKONOMI & POLITIK AS!

Foto Berita

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akhirnya mengumumkan keputusannya terkait suku bunga acuan. Dalam rapat pertamanya di awal tahun 2026 ini, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen.

Keputusan ini diambil di tengah bayang-bayang 'ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi' dan sejalan dengan target The Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimal serta inflasi stabil di angka 2 persen dalam jangka panjang. Meski banyak pihak sudah menduga keputusan ini, langkah The Fed terbilang kukuh, mengingat adanya desakan dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan pemotongan suku bunga lebih agresif. Ketua The Fed, Jerome Powell, selama ini memang dikenal teguh memegang independensi bank sentral dari intervensi politik.

Dari sisi ekonomi, indikator menunjukkan aktivitas perekonomian AS terus berekspansi dengan 'laju yang solid'. Namun, pertumbuhan lapangan kerja masih tergolong rendah, dengan penambahan 584 ribu pekerjaan sepanjang 2025, angka terendah sejak 2003. Meski begitu, ada sinyal stabilisasi di pasar tenaga kerja, bahkan rebound tipis di Desember setelah sempat merugi di Oktober.

Masa depan ekonomi AS masih penuh tantangan. Pasar memperkirakan The Fed akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga sepanjang 2026, dengan kemungkinan pertama pada Juni. Namun, ada ancaman lain yang membayangi, seperti potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) yang bisa menghentikan gaji pegawai federal, serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh raksasa seperti Amazon dan UPS, sebagian besar dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja.

Bagi masyarakat Amerika, keputusan mempertahankan suku bunga tinggi ini berarti biaya pinjaman, seperti hipotek atau kartu kredit, kemungkinan besar akan tetap mahal. Ini bisa menekan daya beli konsumen dan memperlambat investasi bisnis. Ancaman government shutdown dan gelombang PHK berbasis AI juga menunjukkan adanya pergeseran struktural dan risiko jangka pendek yang nyata bagi stabilitas ekonomi dan pasar tenaga kerja. Ini akan menjadi ujian berat bagi The Fed dan pemerintahan AS untuk menavigasi periode ketidakpastian ini tanpa memicu perlambatan ekonomi yang lebih parah.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook