JAKARTA - Aliansi pertahanan yang diprakarsai Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi mengaktifkan langkah pencegahan kolektif. Keputusan ini diambil sebagai respons tegas atas serangan yang dilabeli 'keji' oleh kelompok Houthi Yaman terhadap target-target Arab Saudi.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa ketiga negara telah sepakat untuk mengirimkan kekuatan militer dan kapabilitas pertahanan yang dijanjikan. Pasukan tersebut akan ditempatkan secara cepat ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.
Menteri Pertahanan Arab Saudi, Khalid bin Salman, menegaskan bahwa negara-negara anggota sepakat untuk mengaktifkan aliansi ini guna menghadapi serangan tersebut beserta pihak-pihak yang bertanggung jawab di belakangnya. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat darurat Komite Politik dan Pertahanan Strategis Aliansi Mekkah di Riyadh.
Langkah ini menandai babak baru konflik di Timur Tengah. Pakta pertahanan bersama sebenarnya telah ditandatangani pada Agustus lalu, tepat sebelum Houthi melancarkan ofensifnya. Namun, keraguan mengenai kesediaan Islamabad dan Ankara untuk terlibat langsung sempat menjadi tanda tanya besar. Kini, dengan meningkatnya permusuhan, komite memutuskan untuk bergerak maju.
Implementasi pertahanan ini akan dijalankan sesuai pengaturan yang disetujui serta mematuhi hukum nasional masing-masing negara. Sementara itu, pemerintah Yaman yang didukung Saudi juga telah meluncurkan serangan balik untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi bulan lalu.