Militer Iran secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menghadapi potensi serangan dari Amerika Serikat maupun Israel. Pernyataan tegas ini muncul setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya sesumbar bahwa kemampuan tempur Iran 'sudah hancur lebur'.
Namun, Teheran langsung menepis klaim Trump. Mereka menegaskan, kekuatan militer Iran sama sekali tidak goyah dan bahkan siap sepenuhnya untuk menangkal setiap agresi. Kesiapsiagaan ini bukan sekadar gertakan; ini adalah sinyal kuat di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Analisis para pakar menunjukkan, pernyataan Iran ini bukan cuma unjuk gigi, tapi juga upaya menjaga daya gentar (deterrent effect) terhadap ancaman eksternal. Di mata komunitas internasional, situasi ini berpotensi besar memicu ketidakstabilan di kawasan, bahkan bisa saja berdampak pada gejolak harga minyak dunia jika eskalasi terjadi. Pesan dari Teheran jelas: mereka siap menghadapi skenario terburuk dan tidak akan gentar dengan ancaman pihak luar.