POPULASI DUNIA MENYUSUT, BUMI SELAMAT? - Berita Dunia
← Kembali

POPULASI DUNIA MENYUSUT, BUMI SELAMAT?

Foto Berita

Jakarta — Dalam seabad terakhir, populasi manusia melonjak dari dua miliar menjadi delapan miliar jiwa. Kemakmuran dan kesehatan global memang meningkat drastis, namun semua itu dibayar mahal dengan krisis iklim, polusi plastik, dan kerusakan alam.

Kini, grafiknya mulai berbalik. Data demografi global menunjukkan angka kelahiran merosot tajam dan populasi menua. Para ilmuwan memperkirakan puncak populasi bumi terjadi pada pertengahan abad ini, di angka 8,5 hingga 9 miliar jiwa, lalu diikuti penurunan drastis.

Sekilas, ini kabar baik bagi lingkungan. Tapi jangan salah, penurunan populasi justru memicu kekhawatiran baru. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Italia sudah merasakan dampaknya: ekonomi melambat karena kekurangan tenaga muda, sistem pensiun jebol, dan angka kematian melampaui kelahiran.

Laporan Al Jazeera menyebut fenomena ini sebagai 'Baby Doomers'. Bukan sekadar angka, ini soal masa depan—siapa yang akan bekerja, siapa yang akan merawat lansia, dan bagaimana peradaban bertahan tanpa generasi baru yang cukup.

Dampaknya bagi Indonesia patut diwaspadai. Bonus demografi yang kita nikmati sekarang tidak akan abadi. Jika tren ini global, bukan tidak mungkin Indonesia akan menghadapi krisis serupa dalam beberapa dekade ke depan. Persoalannya bukan hanya soal jumlah penduduk, tapi kualitas dan kesiapan kita menyongsong era populasi menyusut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook