KATHMANDU - Otoritas Nepal kembali bergerak cepat menyusul bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Nepal tengah pada Sabtu lalu. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah banjir besar sebelumnya menelan ratusan korban jiwa.
Pemicu utamanya adalah tanah longsor di Desa Chumnubri, Distrik Gorkha, yang membendung aliran Sungai Budhi Gandaki. Bendungan alami ini jebol dan melepaskan air dalam volume besar ke wilayah hilir. Akibatnya, sekitar selusin rumah warga tersapu, dua jembatan gantung putus, dan sebuah kamp proyek PLTA mengalami kerusakan parah.
Hingga saat ini, lima orang dilaporkan masih hilang, terdiri dari dua wanita dan tiga pria. Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden terbaru ini. Tim gabungan dari tentara dan polisi telah dikerahkan, termasuk melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter untuk memantau kondisi terkini.
Kepala Eksekutif Otoritas Penanggulangan Bencana (NDRRMA), Dharam Raj Uprety, mengonfirmasi bahwa jembatan jalan raya yang menghubungkan Gorkha dengan Distrik Dhading juga ikut terputus. Pihak berwenang telah menginstruksikan evakuasi besar-besaran bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di lima distrik rawan banjir.
"Kami telah meminta warga desa yang tinggal di sepanjang tepi sungai di hilir untuk mengungsi dan tetap aman," ujar pejabat senior Distrik Gorkha, Dharmendra Kumar Mishra.
Bencana ini menjadi pukulan berat bagi Nepal yang baru saja dilanda tragedi serupa pada Agustus lalu akibat longsornya gletser, yang menyebabkan 1.457 orang meninggal dunia. Warga setempat, Laxmi Gurung, mengaku trauma dengan kejadian ini. "Banjirnya terlihat mirip... Sangat menakutkan, dan masih terasa seperti mimpi buruk bagi kami. Rumah kami hilang, tidak ada listrik... tapi untungnya tidak ada korban jiwa," tuturnya.