Tehran, Iran – Pemerintah Iran kembali memanaskan tensi propaganda dengan memasang baliho raksasa di pusat Kota Tehran. Baliho tersebut menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terbaring di dalam peti mati. Langkah ini menjadi sinyal keras dari rezim Ayatollah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Bukan hanya baliho, di lokasi yang sama juga terdapat patung raksasa berbentuk kepalan tangan. Patung itu didedikasikan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut-sebut tewas terbunuh di awal perang antara AS dan Israel. Kombinasi dua simbol ini jelas ditujukan untuk membangkitkan semangat perlawanan dan nasionalisme warga Iran.
Analisis Dampak: Langkah provokatif ini berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik yang sudah berada di titik nadir. Bagi publik internasional, ini adalah bentuk propaganda perang yang berbahaya. Namun, di dalam negeri, rezim Iran kerap menggunakan simbol-simbol anti-AS untuk mengalihkan perhatian dari krisis ekonomi dan protes internal. Pengamat menilai, semakin besar tekanan eksternal, semakin keras pula nada propaganda yang dikeluarkan Tehran.