Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, secara tegas memperingatkan agar tidak ada peningkatan eskalasi konflik dengan Iran, sebuah langkah yang ia sebut sebagai kekeliruan besar. Fidan menekankan bahwa Teheran sebenarnya siap untuk kembali ke meja perundingan, mendorong pendekatan diplomatik yang bertahap demi meredakan ketegangan.
Pernyataan Fidan ini bukan hanya soal Iran, tapi juga menyentuh visi Turki mengenai masa depan keamanan regional dan global. Ankara melihat dirinya punya peran penting di tengah tatanan dunia pasca-Perang Dunia II yang mulai retak dan menipisnya kepercayaan antarnegara.
Komentar Fidan sangat krusial, mengingat Turki adalah pemain kunci di kawasan dan merupakan anggota NATO. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama setelah serangkaian insiden yang berpotensi memicu konflik lebih luas. Upaya Turki untuk mendorong dialog dan mencegah serangan militer ke Iran bisa menjadi angin segar bagi stabilitas regional. Jika konflik memanas, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari lonjakan harga minyak dunia, gangguan jalur perdagangan, hingga gelombang pengungsi baru. Sikap Turki yang menganjurkan pendekatan diplomatik bertahap menunjukkan keinginan Ankara untuk menjaga stabilitas dan memproyeksikan diri sebagai mediator yang bertanggung jawab di panggung geopolitik.