YAMAN SELATAN: CARUT MARUT KEAMANAN, KEKUASAAN TERANCAM! - Berita Dunia
← Kembali

YAMAN SELATAN: CARUT MARUT KEAMANAN, KEKUASAAN TERANCAM!

Foto Berita

Kondisi ini diperparah dengan 'pertarungan' dua sekutu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang sejak lama ikut membentuk lanskap selatan Yaman. Rivalitas mereka ini langsung berimbas pada keseimbangan kekuatan dan stabilitas di kawasan. Selama bertahun-tahun, struktur keamanan yang kompleks telah terbentuk, terdiri dari unit resmi dan pasukan yang muncul selama perang. Beberapa terkait dengan institusi negara, sementara yang lain didukung Uni Emirat Arab, seperti pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang jumlahnya puluhan ribu, atau terbentuk dari kesepakatan lokal.

Meski STC disebut telah membubarkan diri di Hadhramaut dan al-Mahra per 3 Januari 2026 dan ada upaya restrukturisasi, kontrol keamanan masih timpang di setiap provinsi. Pembentukan keamanan dan militer STC pun belum sepenuhnya lenyap; sebagian dialihkan, sebagian lagi nasibnya belum jelas. Di Aden, sebagai ibu kota sementara, jaringan pengaruh lama masih kuat, dan pergeseran pimpinan atau relokasi markas lebih mencerminkan upaya menyeimbangkan kekuasaan daripada solusi tuntas.

Situasi serupa terjadi di Lahij, Abyan, Dhale, Shabwah, dan Hadhramaut, di mana kemampuan negara untuk menegakkan otoritas efektif masih bervariasi. Integrasi pasukan militer dan keamanan ke dalam Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri menjadi isu paling sensitif saat ini. Pemerintah berupaya mengakhiri otoritas keamanan paralel, namun prosesnya terkendala masalah pendanaan yang berbeda, loyalitas politik yang beragam, kekhawatiran para komandan akan kehilangan pengaruh lokal, serta komposisi pasukan itu sendiri. Alhasil, integrasi berjalan bertahap, lebih mengandalkan penempatan ulang dan restrukturisasi daripada penyelesaian final.

Kondisi ini tentu berdampak besar pada masyarakat. Fragmentasi keamanan yang terus-menerus menciptakan ketidakpastian dan menghambat upaya pembangunan kembali negara yang sudah lama dilanda konflik. Tanpa keamanan yang solid dan terintegrasi di bawah satu komando, upaya pemulihan ekonomi dan penyediaan layanan dasar bagi warga akan sangat sulit diwujudkan. Ini juga membuka celah bagi munculnya kembali konflik atau kekerasan sporadis yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook