PROTES DI LONDON: JUAL TANAH ILEGAL ISRAEL DITOLAK - Berita Dunia
← Kembali

PROTES DI LONDON: JUAL TANAH ILEGAL ISRAEL DITOLAK

Foto Berita

London, Inggris – Ribuan demonstran pro-Palestina memadati ibu kota Inggris, London, pada Minggu (16/2) untuk mengecam acara promosi penjualan tanah dan properti di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Aksi ini menandai penolakan keras terhadap pelanggaran hukum internasional yang terus berlanjut.

Para demonstran berkumpul di luar acara yang disebut 'Great Israeli Real Estate Event' sambil meneriakkan yel-yel dan membawa poster bertuliskan 'Hentikan penjualan ilegal tanah curian Palestina oleh Israel' dan 'Jangan mencuri'. Suasana memanas ketika puluhan polisi dikerahkan setelah sekelompok besar kontra-demonstran pro-Israel hadir, beberapa di antaranya meneriakkan 'Palestine doesn't exist'. Polisi Metropolitan London mengonfirmasi penangkapan 15 orang terkait berbagai pelanggaran, termasuk masalah ketertiban umum.

Acara yang diselenggarakan oleh agen real estate My Home in Israel ini mendapat kecaman luas. Hampir 100 anggota parlemen Inggris, termasuk dari Partai Buruh Perdana Menteri Keir Starmer, menandatangani surat pada Jumat lalu mendesak pemerintah untuk menghentikan acara tersebut. Layla Moran, anggota parlemen pertama di Inggris yang berdarah Palestina, menyebut penjualan ini 'tidak bisa diterima'. 'Ini noda bagi publik Inggris dan supremasi hukum internasional,' tegasnya.

Permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki memang ilegal berdasarkan hukum internasional. Pada 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa pendudukan Israel adalah melanggar hukum dan harus diakhiri. Kelompok aktivis Jewish Anti-Zionist Action (JAZA) juga mengecam penyelenggaraan acara di sebuah sinagog London sebagai 'tidak berperikemanusiaan'. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Inggris belum memberikan tanggapan resmi.

Analisis Dampak: Aksi ini menunjukkan meningkatnya tekanan publik dan politik di Inggris terhadap pemerintah untuk bertindak tegas. Kegagalan mencegah acara semacam ini bisa memperlemah kredibilitas Inggris dalam menegakkan hukum internasional. Di sisi lain, ini memperkuat solidaritas global terhadap perjuangan Palestina, terutama di kalangan diaspora dan politisi progresif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook